Selasa, 06 November 2012

CAHAYAKU


Wahai sang hawa yang bercahaya
ketulusan budimu cerminan penghuni surga
Keindahan slalu hiasi indah rupamu
Hadirmu bak setetes embun di kesunyian malam
Yang slalu berikan kesejukan
Bagi jiwaku yang terluka dan slalu hampa
Indahnya sang purnama
Tak seindah senyum teduhmu
Aku berharap  engkaulah
Yang kucari dan kudambakan sepanjang hidupku
Yang bisa menuntunku arungi congkaknya hidup
Keiklasanku berharap ketulusan darimu
Hingga bumi menjadi selimut abadiku
Hanya ingin bersamamu wahai cahayaku

Jumat, 02 November 2012

KESEPIAN


Sepi adalah temanku...
Menertawakanku dalam kekurangan..
Menangisiku dalam kebahagiaan...
Seberapa aku berusaha..
Sepi selalu berdiri di atasku...
Sampai kapan dia menghilang..
Jauh dalam hariku..
Lenyap dalam mimpiku..
Hingga dia terbuang jauh...
Dan tak mengganggu cintaku..
Oh...bilakah itu terjadi..
Yang kutahu sisi gelapnya..
Kesepian yang selalu membahana..
Terabaikan begitu saja...
Ketika sang kasihku tlah tiba...
Kembali dalam pelukan dan kasihku..
Mengisi segala kesepian..
Sementara...
Inilah aku...
yang kesepian..hanya sementara saja..
Dan nanti bila saatnya dia tiba..
Aku kan datang menantinya selalu...
Hingga ke dasar angan terdalam...
Dan sampai saatnya berakhir...
Selamat tinggal kesepian...

SAAT CINTA


Saat cinta menyentuh kalbu
Gelapnya malam tiada bisa hentikan perjalanan
Saat keramaian membujuk jiwa
Hanya pujaan hati yang bersemayam…
Jauh sebelum kesepian melanda jiwa

TETES DOA


Apabila malam sesaat sirna
Dan rembulan terlelap tidur di pagi buta
Dengan segaris senyum kujelang siang yang merona
Meninggalkan embun pagi
Merangkai cahaya pelangi
Menuliskan syair-syair puisi,
Puisi tentang kupunya sekeping hati
Tintanya adalah merah darah
Dari mataku yang basah
Demi mengingat-Mu untuk segenap keluh kesah

Apabila mega mewarna hitam kelam
Dan matahari tenggelam di samudera terdalam
Dengan sukacita kuminta lagi pelukan temaram
Menyentuh bintang gemintang
Meraih seluruh dunia yang hilang
Melukiskan rupa diri yang remang
Lukisan tentang kupunya setitik asa di awang
Tintanya tetap merah darah
Dari mataku yang semakin basah
Demi mengingat-Mu untuk segenap keluh kesah 

SENDIRI LAGI


aku berjalan sendiri lagi...
aku menanti pagi sendiri lagi...
setiap hembus nafasku takkan lagi ada namamu...
setiap mimpiku takkan lagi ada dirimu...

RINDU SAHABAT


Sahabat kini telah berubah
perasaan simpatiku kini pudar
hancur bekeping_keping
dan takkan pernah kembali
kemana harus ku cari
sosok sahabat yang dulu
begitu ku kagumi
dimana kan ku temukan
sahabat yang sejati?
yang akan selalu menemaniku
di saat suka maupun duka
sahabat...........
dimana kini kau berada?
apakah kau telah lupa pada ku?
yang rindu akan canda tawamu

LUPA


Aku sudah lupa
Rasanya menggenggam tanganmu
Aku juga sudah lupa
Rasanya menatap teduh matamu
Karena kini
semua rasa
memisahkan kita

RINDU


Ketidak hadiranmu di hari-hariku
Membuatku ingin berteriak lantang kepada langit
Aku terdampar disini dalam situasi yang asing
Yang harus aku lakukan adalah membunuh kesepianku tanpamu...

PATAH HATI


Aku duduk terdiam tanpa kata
Baru aku sadari betapa sakitnya
Dirimu tak pernah menginginkan aku
Cintaku tak pernah terbalas olehmu
Hasratku terhempas
Lalu apa artinya semua selama ini
Kau memberiku sebuah harapan yang indah
Namun sekarang kenyataannya tak seindah impian
Kau menghancurkan harapanku
Kau melukai diriku
Aku patah hati
Aku tak pernah menyangka
Dirimu melakukan semua ini kepadaku
Sungguh aku patah hati